Bambu adalah material alami yang ukurannya tidak pernah sama persis, dan tim arsitek butuh tools seperti Archicad yang bisa mengikuti ketidakpastian itu tanpa mengorbankan presisi.
Ringkasan video
PT. Bamboo Pure, perusahaan arsitektur dan konstruksi bambu di Bali sejak 2006, memakai Archicad untuk menangani tantangan material organik yang tidak bisa di-standarisasi. Ketika selisih ukuran muncul di lapangan, tim bisa langsung merevisi shop drawing tanpa membongkar seluruh dokumen.
- Bambu tidak bisa distandardisasi, selisih 1 sampai 2 cm di lapangan adalah hal biasa
- Model 3D Archicad terintegrasi langsung dengan shop drawing sehingga revisi lebih cepat
- Filosofi “dibuat oleh arsitek untuk arsitek” bikin tim tidak perlu membangun sistem dari nol
- Archicad juga dipakai untuk presentasi dan komunikasi ke klien, bukan cuma gambar teknis
Bambu menolak diseragamkan
PT. Bamboo Pure sudah berdiri sejak 2006 dan menangani seluruh proses dari produksi bambu, desain, sampai konstruksi. Proyek mereka mencakup Green School Bali, Mari Beach Club, dan Green Village. Hampir semua bangunan bambu di Uluwatu dan Ubud dikerjakan tim ini.

Tantangannya ada di material itu sendiri. Bambu itu organik, ukurannya tidak bisa di-standarisasi seperti material yang anda beli di toko bangunan. Selisih 1 sampai 2 cm antara gambar dan kondisi lapangan adalah hal yang lumrah terjadi.
Bambu itu kan organik, ukurannya tidak bisa kita standarisasi seperti kita beli di toko bangunan. Sehingga kalau misal terjadi sedikit dispensi 1 sampai 2 cm, kita bisa langsung menyesuaikan dokumen shop drawingnya hingga bisa dikerjakan tim di lapangan.
Raka Sonidia, Lead Architect PT. Bamboo Pure
Dari model 3D Archicad langsung ke shop drawing
Di sinilah pendekatan Archicad bambu berperan. Inaya Jaya Preswara, Junior Architect di PT. Bamboo Pure, menjelaskan bahwa bentuk bangunan bambu itu smooth dan organik. Archicad memudahkan proses rilis package karena model 3D terintegrasi langsung dengan drawing. Begitu ada perubahan di model, gambar kerjanya ikut menyesuaikan tanpa perlu digambar ulang dari nol.

Selain untuk produksi gambar, Archicad juga dipakai buat komunikasi internal tim dan presentasi ke klien. Tim bisa menunjukkan desain dari plan, section, maupun tampilan 3D sekaligus. Klien tidak perlu membayangkan dari gambar 2D saja.
Raka menambahkan bahwa sejauh ini Archicad membantu mereka menyelesaikan tuntutan desain dan aplikasi di lapangan. Revisi satu dua detail yang sering terjadi di konstruksi bambu jadi lebih ringan karena tidak perlu membongkar seluruh dokumen.
Kalau anda bekerja dengan material yang dimensinya tidak presisi, integrasi 3D ke shop drawing adalah fitur yang paling terasa dampaknya dibanding sekadar menggambar 2D.
Dibuat oleh arsitek untuk arsitek
Alasan PT. Bamboo Pure memilih Archicad cukup straightforward. Raka menyebut bahwa Archicad dari awal dibuat oleh arsitek untuk arsitek. Itu jadi landasan utama keputusan mereka. Pilihan opsi dan tools di dalamnya terasa familiar, jadi tim tidak perlu membangun sistem kerja dari nol.
Pekerjaan arsitek itu sudah rumit. Kalau softwarenya juga menuntut anda belajar logika baru yang tidak nyambung dengan cara berpikir arsitek, bebannya jadi dobel. Archicad mengurangi friksi itu. Buat anda yang ingin tahu lebih dalam soal kemampuan BIM di Archicad, artikel tentang memanfaatkan kemampuan BIM Archicad ini bisa jadi bacaan lanjutan.
Inaya juga menyebut bahwa Archicad membantu efisiensi waktu secara keseluruhan. Dari fase sebelum konstruksi dimulai sampai saat konstruksi berjalan, tools yang dipakai tetap sama dan datanya nyambung.
Dari penawaran sampai problem solving
Soal layanan, Raka bilang Piranusa pelayanannya lengkap. Dari awal penawaran, tim dikasih data valid dan komplit buat milih versi yang pas. Proses instalasi dibantu di tiap komputer, dan setelah terinstal pun dukungan tetap jalan.
Inaya menambahkan bahwa ketika ada error atau kendala teknis, tim Piranusa langsung membantu problem solving. Buat arsitek yang fokusnya di desain dan konstruksi, punya partner IT yang responsif itu menghemat banyak waktu. Kalau anda sedang mempertimbangkan digitalisasi alur kerja arsitektur, pendekatan seperti ini yang bikin transisinya tidak menyakitkan.
Piranusa juga bantu nentuin versi Archicad yang paling cocok sama kebutuhan spesifik PT. Bamboo Pure sebagai arsitek.
Yang sebenarnya dicari bukan software canggih
Dari cerita PT. Bamboo Pure, yang buat Archicad dan bambu cocok bukan karena fiturnya paling banyak atau paling baru. Yang membuat jadi cocok adalah software ini mengikuti cara kerja arsitek, bukan sebaliknya. Ketika materialnya sendiri tidak bisa diprediksi, anda butuh tools yang bisa ikut berubah tanpa bikin anda mulai dari nol setiap kali.
Buat anda yang bekerja dengan material organik atau proyek yang sering ada perubahan di lapangan, pendekatan BIM yang terintegrasi seperti ini layak dipertimbangkan serius.
Masih ada yang bikin ragu?
Konsultasikan kebutuhan software desain untuk proyek material organik kamu ke tim Piranusa.
Free Consultation via WhatsAppGlosarium
| Istilah | Arti |
|---|---|
| Shop drawing | Gambar kerja detail yang dipakai tim konstruksi di lapangan sebagai panduan fabrikasi dan pemasangan. |
| Dispensi | Toleransi atau kelonggaran ukuran yang diizinkan antara gambar rencana dan kondisi aktual di lapangan. |
| BIM | Building Information Modeling, pendekatan desain yang mengintegrasikan model 3D dengan data dan dokumen bangunan secara terhubung. |
| Package | Kumpulan dokumen gambar kerja lengkap yang dirilis untuk keperluan konstruksi. |



